Selasa, 24 Januari 2012

Organ genitalia wanita


Organ genitalia wanita bagian luar terbagi atas :

Vulva merupakan sebutan untuk semua daerah pubis, berisi organ genitalia luar.
Tulang pubis merupakan tulang melingkar pada bagian atas dari daerah genitalia.
Mons merupakan jaringan lemak yang menutupi tulang pubis.
Labia mayor merupakan lapisan lunak dari kulit di bawah mons yang melindungi vagina.
Labia minor merupakan lapisan yang lebih lunak dibandingkan labia mayor yang ditemui pada bagian luar dari bibir vagina.
Himen merupakan jaringan tipis yang melintang dan dapat menutupi pembuka vagina setengahnya.
Clitoris merupakan organ dari wanita yang telah dewasa yang memberi respon pada saat dilakukan kegiatan seks. Bagian ini merupakan tujuan akhir dari saraf.

Organ genitalia wanita bagian dalam terbagi atas :

Ovarium merupakan 2 kelenjar reproduksi yang memproduksi hormon dan telur.
Tuba fallopi merupakan dua tubulus tempat jalannya telur dari ovarium ke uterus. Tuba fallopi ini sering pula disebut dengan tuba uterine yang menghubungkan rongga peritoneum dengan rongga uterus melalui lumen di ujung tuba yang terbuka, lumen ini merupakan tempat oosit untuk masuk ke dalam tuba setelah ovulasi dan masuk sampai sepertiga lateral tuba dan tinggal di sini sampai terjadi fertilisasi.
Uterus merupakan organ muscular di dalam tubuh dimana telur yang telah dibuahi berkembang.
Endometrium merupakan bagian landasan dari uterus yang meluruh setiap bulannya.
Cervix merupakan bagian yang paling bawah dari uterus, terletak di antara vesika urinaria dan rectum. Bagian ini membentuk saluran yang menuju vagina, dan akhirnya sampai pada bagian luar tubuh.
Vagina merupakan saluran yang berasal dari servix ke bagian luar tubuh dan keluar seperti cairan menstruasi keluar; ketika bayi lahir, juga melalui vagina.

Kini setelah mengetahui tentang organ-organ genitalia wanita, maka kita dapat membahas tentang proses-proses kehamilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar