Rabu, 30 November 2011

Gejala kanker serviks


Gejala kanker serviks memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Secara umum tanda dan gejalanya adalah terjadinya perdarahan vagina setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi. Sementara itu tanda lain yang mungkin timbul antara lain adalah :

1. Hilangnya nafsu makan dan berat badan
2. Nyeri tulang panggul dan tulang belakang
3. Nyeri pada anggota gerak (kaki)
4. Terjadi pembengkakan pada area kaki
5. Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina
6. Hingga terjadi patah tulang panggul

Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:

1. IVA
IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tandayang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.

2. Pap smear
Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebutakan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.

3. Thin prep
Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.

4. Kolposkopi
Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Penyakit kanker serviks ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini menyebar melalui kontak sexual, HPV dapat menyerang semua perempuan disetiap waktu tanpa melihat umur ataupun gaya hidup. Banyak wanita yang dengan daya tahan tubuh yang baik mampu melawan infeksi HPV dengan sendirinya. Namun demikian, terkadang virus ini berujung pada terjadinya penyakit kanker.

Di Indonesia, Kanker Serviks adalah kanker pembunuh perempuan Indonesia no.1 tertinggi saat ini.(Pdpersi). “Setiap perempuan selama hidupnya beresiko terkena virus yang menyebabkan kanker serviks”, terutama beresiko tinggi bagi mereka yang merokok, melahirkan banyak anak, memakai alat kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama, serta mereka yang terinfeksi HIV Aids.(MedlinePlus)
READ MORE - Gejala kanker serviks

Tanda dan gejala peradangan usus


Tanda dan gejala peradangan usus tergantung pada lokasi dan ukuran peradangan. Gejala ringan meliputi diare kronis, rasa nyeri di bagian kanan bawah perut yang sering hilang timbul, lemak berlebihan di feses, nafsu makan berkurang, berat badan menurun dan kadang-kadang cepat merasa lelah. Pada beberapa kasus peradangan usus juga dapat menyebabkan sembelit. Semakin parah penyakit radang usus, menunjukkan gejala yang mirip dengan appendisitis akut (radang usus buntu), yaitu terus menerus kolik dan nyeri perut, kram perut, kembung, pelepasan gas, mual, diare dan buang air besar berdarah. Apabila gejala penyakit berlangsung cukup lama dapat terjadi dehidrasi karena diare. Tanda dan gejala peradangan usus dapat hilang selama beberapa waktu namun tanda-tanda tersebut senantiasa muncul lagi (terdapat periode kambuhnya penyakit). Walaupun jarang terjadi, kadang satu serangan dari penyakit ini dapat diikuti dengan penyembuhan total dan gejalanya tidak muncul lagi.

Jaringan parut tebal pada dinding usus yang merupakan bekas luka peradangan dapat menghambat penyerapan zat-zat hara, oleh karena itu penyakit peradangan usus sering disertai dengan penurunan berat badan dan kekurangan gizi. Apabila penebalan jaringan parut tersebut menjadi semakin besar maka dapat mengakibatkan penyumbatan pada usus. Bila sumbatan cukup parah harus dilakukan pembedahan pada bagian usus yang terkena.

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, tetapi faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab adalah faktor alergi, infeksi, gangguan pertahanan tubuh dan kemungkinan kaitan genetik. Adanya tekanan emosional dapat memperparah penyakit. Penyakit peradangan usus biasanya terjadi pada orang dewasa antara usia 20 sampai dengan 40 tahun dan sering terdapat dalam satu keluarga. Sebuah studi mengemukakan bahwa keluarga dekat penderita radang usus mempunyai risiko terkena penyakit itu 10 kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.

Peradangan usus yang ringan dapat disembuhkan dengan cara mengubah pola hidup, banyak istirahat dan diet. Pemberian obat-obatan digunakan untuk membantu meringankan gejala. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan meringankan serangan penyakit radang usus yaitu :

makan lebih sering dengan porsi yang kecil (sedikit demi sedikit)
konsumsikan makanan yang tinggi kadar vitamin dan protein serta rendah serat agar gampang dicerna.
hindari makanan yang mengandung gas seperti kubis dan brokoli serta minuman beralkohol dan produk susu. Hindari juga makanan yang berlemak karena susah dicerna.
Istirahat yang cukup dan hindari ketegangan emosi karena stres dapat memperburuk gejala.

Jenis herbal yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi peradangan usus antara lain :
1.Patikan Kebo (Euphorbia hirta)
Khasiat : antiradang, peluruh kemih, antigatal.

2.Sambiloto (Andrographis paniculata)
Khasiat : antiradang, antibiotik, menstimulasi sistem immun, menurunkan panas (antipiretik), menghilangkan nyeri (analgetik), menghilangkan bengkak, penawar racun.

3.Daun Jambu Biji (Psidium guajava)
Khasiat : antiradang, anti-diare, pengelat/mengerutkan selaput lendir usus (astringent), menghentikan pendaraha (hemostatik)

4.Krokot hjau (Portulaca oleracea)
Khasiat : penurun panas (antipiretik), menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan racun (antitoksik), penenang, menghilangkan bengkak dan melancarkan darah.

5.Kunyit (Curcuma longa)
Khasiat : antiradang, antibakteri, antioksidan, peluruh angin, meningkatkan nafsu makan, memperlancar empedu.

6.Patikan china (Euphorbia thymifolia)
Khasiat : antiradang, pengelat (astringent), antigatal, peluruh kemih.

7.Aseman (Polygonum chinense)
Khasiat : menurunkan panas (antipiretik), penawar racun (antitoksik), menghilangkan bengkak, peluruh kemih.

Berikut beberapa resep herbal untuk mengatasi peradangan usus.

Resep 1.
30 gram kunyit tua yang segar + 30 gram daun jambu biji segar + 10 gram sambiloto kering atau 20 gram segar, dicuci bersih, kunyit diiris, lalu semua bahan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tamabhkan madu, diminum airnya untuk 2 kali sehari, setiap kali minum 150 cc.

Resep 2.
30 gram patikan kebo segar + 60 gram krokot hijau segar, dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan gula secukupnya, diminum 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.

Resep 3.
30 gram aseman + 15-30 gram patikan china segar, dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, diminum airnya untuk 2 kali sehari, setiap kali 150 cc

catatan :
pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Untuk keluhan yang serius disarankan tetap konsultasi ke dokter.
Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci kaca/pyrex atau panci enamel.
READ MORE - Tanda dan gejala peradangan usus

Hidrosefalus tekanan normal (NPH)



Hidrosefalus dapat didefinisikan secara luas sebagai suatu gangguan pembentukan, aliran, atau penyerapan cairan serebrospinal (CSF) yang mengarah ke peningkatan volume yang ditempati oleh cairan ini dalam SSP Kondisi ini juga bisa disebut sebagai gangguan hidrodinamik dari CSF. . Hidrosefalus akut terjadi selama hari, hidrosefalus subakut terjadi selama berminggu-minggu, dan hidrosefalus kronis terjadi selama beberapa bulan atau tahun. Kondisi seperti atrofi otak dan lesi destruktif fokus juga mengakibatkan peningkatan abnormal CSF dalam SSP. Dalam situasi ini, hilangnya jaringan otak meninggalkan ruang kosong yang dipenuhi pasif dengan CSF. Kondisi seperti ini bukan hasil dari gangguan hidrodinamik dan karenanya tidak diklasifikasikan sebagai hidrosefalus. Sebuah ironi yang lebih tua yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ini adalah hidrosefalus ex vakum.

Hidrosefalus tekanan normal (NPH)
menggambarkan suatu kondisi yang jarang terjadi pada pasien yang lebih muda dari 60 tahun ventrikel membesar dan tekanan CSF normal pada pungsi lumbal (LP) dalam ketiadaan papilledema. Menyebabkan NPH panjang. Namun, hipertensi intrakranial berselang telah dicatat selama pemantauan pasien yang diduga NPH, biasanya pada malam hari. Hakim klasik tiga serangkai gejala termasuk apraxia kiprah, inkontinensia, dan demensia. Sakit kepala bukanlah gejala yang khas dalam NPH.

Hidrosefalus eksternal jinak adalah membatasi diri penyerapan kekurangan masa bayi dan anak usia dini dengan tekanan intrakranial (ICP) dan ruang subarachnoid diperbesar. Ventrikel biasanya tidak membesar secara signifikan, dan resolusi dalam waktu 1 tahun adalah aturan.

Berkomunikasi hidrosefalus terjadi ketika komunikasi penuh terjadi antara ventrikel dan ruang subarachnoid. Hal ini disebabkan oleh kelebihan produksi CSF (jarang), penyerapan cacat dari CSF (paling sering), atau insufisiensi vena drainase (kadang-kadang).

Berkomunikasi hidrosefalus dengan sekitarnya "atrofi" dan sinyal meningkat dan mendalam materi periventrikular putih pada cairan-dilemahkan pemulihan inversi (FLAIR) urutan. Perhatikan bahwa pemotongan apikal (baris bawah) tidak menunjukkan pembesaran sulci, seperti yang diharapkan dalam atrofi umum. Evaluasi patologis otak ini menunjukkan hidrosefalus tanpa patologi mikrovaskuler yang sesuai dengan kelainan sinyal (yang mungkin mencerminkan eksudat transependymal) dan berat otak yang normal (menunjukkan bahwa pembesaran sulci adalah karena meningkatnya cairan serebrospinal subarachnoid [LCS] menyampaikan pola otak pseudoatrophic).

Noncommunicating hidrosefalus terjadi ketika aliran CSF terhambat dalam sistem ventrikel atau di outlet untuk ruang arakhnoid, mengakibatkan penurunan CSF dari ventrikel ke ruang subarachnoid. Bentuk yang paling umum dari hydrocephalus adalah noncommunicating obstruktif dan disebabkan oleh intraventrikular atau extraventricular massa menduduki lesi yang mengganggu anatomi ventrikel.
READ MORE - Hidrosefalus tekanan normal (NPH)

tipe sel dalam kelenjar paratiroid


Terdapat tiga tipe sel dalam kelenjar paratiroid yaitu, sel adiposit, sel chief, dan sel oksifil. Sel-sel ini terletak diantara jaringan ikat retikuler. Sel sekretorik yang utama adalah sel chief dan sekretnya mengandungi hormon paratiroid. Sel oksifilik adalah sel yang besar dan mengandungi banyak mitokondria. Fungsi sel ini belum diketahui.

Kelenjar paratiroid tumbuh dari jaringan endoderm, yaitu sulcus pharyngeus ketiga dan keempat. Kelenjar paratiroid yang berasal dari sulcus pharyngeus keempat cenderung bersatu dengan kutub atas kelenjar tiroid yang membentuk kelenjar paratiroid di bagian kranial. Kelenjar yang berasal dari sulcus pharyngeus ketiga merupakan kelenjar paratiroid bagian kaudal, yang kadang menyatu dengan kutub bawah tiroid. Akan tetapi, sering kali posisinya sangat bervariasi. Kelenjar paratiroid bagian kaudal ini bisa dijumpai pada posterolateral kutub bawah kelenjar tiroid, atau di dalam timus, bahkan berada di mediastinum. Kelenjar paratiroid kadang kala dijumpai di dalam parenkim kelenjar tiroid.

Biasanya terdapat dua kelenjar paratiroid pada tiap sisi sehingga total didapatkan ada 4 kelenjar paratiroid (87%). Akan tetapi, jumlah kelenjar paratiroid dapat bervariasi, yaitu dijumpai lebih atau kurang dari 4 buah pada sekitar 13% populasi. Kelenjar paratiroid berwarna kekuningan dengan bentuk yang bermacam-macam dan berukuran kurang lebih 3 x 3 x 2 mm, dengan berat keseluruhan sampai lebih dari 100 mg. Oleh karena itu, diperlukan ahli bedah yang berpengalaman untuk dapat mengidentifikasi kelenjar paratiroid yang normal pada pembedahan tiroid dan paratiroid.

Kelenjar paratiroid mengeluarkan hormon paratiroid ( parathyroid hormone, PTH ) yang bersama-sama dengan Vit D3 ( 1,25-dihydroxycholecalciferal ), dan kalsitonin mengatur kadar kalsium dalam darah. Sintesis PTH dikendalikan oleh kadar kalsium plasma, yaitu dihambat sintesisnya bila kadar kalsium tinggi dan dirangsang bila kadar kalsium rendah. PTH akan merangsang reabsorpsi kalsium pada tubulus ginjal, meningkatkan absorpsi kalsium pada usus halus, sebaliknya menghambat reabsorpsi fosfat dan melepaskan kalsium dari tulang. Oleh karena itu, penurunan PTH akan menyebabkan terjadinya hipokalsemia, dan peningkatan PTH akan menyebabkan hiperkalsemia dengan segala akibatnya. Jadi, PTH akan aktif bekerja pada tiga sasaran utama dalam pengendalian homeostasis kalsium, yaitu di ginjal, tulang dan usus. Di ginjal, terutama di tubulus distal, PTH akan meningkatkan reabsorpsi kalsium. Di tulang, PTH akan menghambat aktivitas dan fungsi fungsi statik osteoblast, dan merangsang maturasi dan aktivitas osteoclast, sedangkan di usus PTH meningkatkan absorpsi kalsium, dan menghambat absorpsi fosfat.

Vitamin D ( vit D3 ) juga berpengaruh pada metabolisme kalsium. Vitamin ini terdapat di dalam diet normal dan disintesis di kulit. Sinar ultraviolet menghasilkan vitamin D3 di kulit dan selanjutnya mengalami hidroksilasi di hati dan ginjal menjadi vitamin D3 ( kalsitriol ). Fungsi utama kalsitriol adalah merangsang penyerapan kalsium di dalam usus.
READ MORE - tipe sel dalam kelenjar paratiroid

Penyebab kanker lambung


Penyebab kanker lambung adalah multi faktor. Hurst (1929) dan Konjentzky (1936),orang yang pertama kali melakukan penyelidikan bahwa adanya perubahan mukosa yaitu proses perubahan transisi dari gastritis menjadi gastritis atropiàmetaplasiaàdisplasiaàkanker. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses ini :

- Makanan yang mengandung nitrat (makanan yang diasamkan, diasinkan, diasapkan) didalam lambung dirubah menjadi nitrit, kemudian bereaksi sekunder dan tertier membentuk senyawa nitrosamin yang merupakan zat karsinogen. Makanan: sayur/buah yang asam, ikan dan daging asin, dan makanan diasap.

- Hypo/achlorhydria : terjadi pada gastritis atrofi dan meningkatkan kolonisasi bakteri lambung. Hal ini menyebabkan formasi nitrit meningkat pada lambung.

- Infeksi Helicobacter pylori yang berkepanjangan menyebabkan gastritis kronik atrofi. Keadaan ini menyebabkan hypchloridria dan meningkatkan resiko 6 kali perkembangan suatu kanker lambung.

- Radiasi: orang-orang yang selamat akibat bom atom di Jepang kebanyakan menderita kanker lambung.

- Infeksi Virus Ebstein-Barr pada sel epitel gaster

- Merokok : perokok 30 batang per hari 5 kali beresiko untuk mendapatkan kanker lambung.

- Genetik : familial adenomatous polyposis, Non-Polyposis Hereditary Colon Cancer (NPHCC), golongan darah A.

- Anemia pernisiosa.

- Adenoma lambung

Secara makroskopis karsinoma lambung diklasifikasikan berdasarkan tipe morfologisnya :
Karsinoma tipe polipoid atau fungating.
Karsinoma tipe ulseratif.
Karsinoma Campuran ( Ulcerating-Infiltratif).
Karsinoma difus infiltratif (tipe linitis plastika)

KLASIFIKASI

Dapat dibagi atas 2 golongan besar , yaitu:
Early Gastric cancer (Karsioma Lambung Dini)
Advanced gastric cancer (Karsinoma Lambung Lanjut)
1. Karsinoma lambung dini (Early Gastric Cancer= EGC)

Istilah EGC ini meliputi semua karsinoma yang tidak invasif kedalam lapisan muskularis dan masih terbatas pada mukosa dan submukosa. EGC dapat berupa penonjolan dari fokus kecil dan kadang secara diam-diam meluas, sehingga mengesankan kemungkinan dari gabungan beberapa fokus (multicentris). Klasifikasi karsinoma lambung menurut Japan Gastroenterological Endoscopy Society (1962), terbagi atas:
Tipe I. “Protruted Type”

Polipoid karsinoma yang menyerupai Borrman I, dimana invasi dari sel-sel karsinoma hanya terbatas pada mukosa, submukosa. Mempunyai bentuk ireguler, permukaan tak rata, dan adanya perdarahan, dengan atau tanpa adanya ulserasi pada permukaan.
Tipe II. “Superficial Type” → Yang masih dapat dibagi atas 3 Subtype, yaitu:
IIa. “Elevated type”

Terlihat sedikit elevasi dari mukosa lambung. Kriteria gastroskopi hampir serupa dengan tipe I, terdapat sedikit elevasi tapi lebih meluas atau melebar
IIb. “Flat type”

Tak terlihat elevasi atau depresi pada mukosa, hanya terdapat perubahan warna dari mukosa.
II.c “Depressed type”

Dijumpai tepi yang ireguler, begitu pula permukaan yang ireguler. Adanya clubbing atau terpotongnya mukosa folds, tepi yang hiperemik atau hemoragik, mukus yang adherent dengan lapisan yang kotor, residue yang seperti pulau-pulau (island like residue)
Tipe III. “ Excavated Type”

Suatu ulkus karsnomatosa yang menyerupai Borrman II dari karsinoma lambung lanjut.
2. Karsinoma lambung lanjut (Advanced Gastric Cancer= AGCr)

Pada tipe lanjut, sel-sel kanker sudah terjadi perluasan pada lapisan mukosa, submukosa, muskularis, kadang-kadang sampai lapisan propria dan serosa. Bahkan sering terjadi infiltrasi atau metastase ke kelenjar limfe atau organ lainnya. Banyak sekali yang membuat klasifikasi dari tumor ganas ini, diantaranya:

a. Stout 1969, membuat klasifikasi dari kanker lambung sebagai berikut:

1. Polypod type; mempunyai bentuk seperti polip yang sangat besar

2. Fungating type; elevasi di permukaan mukosa yang kadang-kadang terjadi ulserasi

3. Penetrating type, suatu ulkus karsinomatous dengan mukosa yang hiperemis dan noduler

4. Spreading type; Kanker ini tumbuh di seluruh dinding lambung

5. Uncalsified type; Tumor yang tak dapat dimasukkan dalam golongan tersebut diatas

b. Borrman, 1926

1. Borrmann I

Polypoid Carcinoma; Mukosa disekitar tumor ini biasanya atrofik dan ireguler

2.Borrmann II

Non infiltrating carcinomatous ulcer; Tepi ulkus dengan mukosa sekitarnya yang menonjol yang sering noduler

3. Borrmann III

Infiltrating Carcinomatous ulcer; ulserasi di sini mempunyai dinding, tepi dindingnya hanya terlihat pada sepihak dan terlihat infiltrasi progresif dan difus dari mukosa di sekitarnya.

4. Borrmann IV

Diffuse infiltrating Type; Tak terlihat batas tegas pada dinding, karena sebagian besar sudah terinfiltrer. Terjadi infiltrasi yang diffuse pada seluruh lambung.

Klasifikasi lain oleh Lauren, membagi karsinoma lambung menjadi 2, menurut gambaran histologinya yaitu karsinoma difus (infiltratif) dan karsinoma tipe intestinal. Pada tipe intestinal, sel-sel tumor mempunyai kecenderungan untuk membentuk struktur kelenjar mengadakan penyebaran, kadang-kadang dengan bentukan papiler atau lembaran padat. Sel kolumner yang anaplastik mengandung vakuole kecil berisi musin. Karsinoma tipe infiltratif tidak mempunyai daya kohesi antar sel, yang menonjol desmoplastik dari stromanya, dimana di dalamnya terdapat sel-sel infiltratif dengan banyak mensekresi mucin, kadang-kadang mengisi penuh sel dan mendesak inti ke samping yang dikenal sebagai “signet ring cells”.

Salah satu klasifikasi membagi karsinoma lambung menurut bentuk morfologi makroskopisnya adalah :
eksofitik
pendataran atau depresi
ekskavasi

Ada beberapa tipe dan subtipe dari early gastric cancer, yaitu:
Tipe I : protrusi
Tipe IIa : a.Elevasi. b. Datar. c. Depresi
Tipe III : ekskavasi

DIAGNOSA

Diagnosa berdasarkan anamnesis, faktor resiko, pemeriksaan fisis yang cermat, pemeriksaan laboratorium, radiologi, gastroskopi, sitologi, dan biopsi.
Status hemodinamik : tekanan darah, nadi, akral dan pernafasan
Berat badan kurang, kaheksia, konjungtiva kadang –kadang anemis
Pemeriksaan Abdomen daerah epigastrium dapat teraba massa, nyeri epigastrium. Pada keganasan dapat ditemukan hepatomegali, asites.
Bila ada keluhan melena, lakukan pemeriksaan colok dubur.
Keganasan → cari pembesaran kelenjar supraklavikula (Virchow’s node), kelenjar aksila kiri (Irish’s node), ke umbilikus (Sister Mary Joseph’s node), teraba tumor daerah pelvis cul-de-sac pada pemeriksaan colok dobur (Blumer’s shelf), pembesaran ovarium (Krukenberg’s tumor).
Pemeriksaan endoskopi à lokasi, bentuk, ukuran, ekstensi, kelainan lain à biopsi dan pemeriksaan kultur kuman H Pylori.

Pemeriksaan Laboratorium

Anemia (30%) dan tes darah positif pada feses dapat ditemukan akibat perlukaan pada dinding lambung. LED meningkat. Fractional test meal à ada aklorhidria pada 2/3 kasus kanker lambung. Elektrolit darah dan tes fungsi hati àkemungkinan metastase ke hati.

Radiologi
Foto thorax : dipakai untuk melihat metastase Paru.
Barium Meal Double-contrastàadditional defect, iregularitas mukosa → tumor primer atau penyebaran tumor ke esofagus/ duodenum.
Ultrasonografi abdomen → untuk mendeteksi metastase hati.
CT scan atau MRI pada thorax, abdomen, dan pelvis → lihat ekstensi tumor transmural, invasi keorgan dan jaringan sekitar, metastasis kelenjar, asites. Untuk menilai proses penyebaran tumor seperti : menilai keterlibatan serosa, pembesaran KGB dan metastase ke hati dan ovarium.

CT Staging pada karsinoma lambung

Stage I : Massa intra luminal tanpa penebalan dinding

Stage II : Penebalan dinding lebih dari 1 cm

Stage III : Invasi langsung ke struktur sekitarnya

Stage IV : Penyakit telah bermetastase.

Endoskopi dan Biopsi
Sebagai Gold Standar pemeriksaan malignitas gaster.
Ultrasound Endoskopi → kedalaman infiltrasi tumor & melihat pembesaran limf.selika dan perigastrik (> 5mm).

Laparoskopi dan Peritoneal Sitologi

Lavase peritoneal dapat memberikan hasil sitologi positif sekitar 40%. Pemeriksaan ini juga berguna apabila pada pemeriksaan radiologi sebelum operasi tidak ditemukan kelainan.

Positron Emission Tomography Scanning (Nuclear Medicine)

Sel-sel tumor cenderung utnuk berakumulasi dengan positron-emiting 18F (fluorodeoxyglucose). Hal ini berguna untuk mengetahui metastase jauh dari kanker lambung. Juga dapat menjadi pertimbangan tindakan bedah pada pasien dengan resiko tinggi atau dengan multiple komorbid.

Indium ln 111-labeled monoclonal antibody juga digunakan dalam intraoperatif

untuk mendeteksi metastasis ke nodul-nodul sekitar tumor.

JENIS TINDAKAN/TEKNIK OPERASI
Laparotomi eksplorasi → jika metastasis tak dapat dinilai, biopsy tidak terbukti.
Surgical explorations : Ivor-Lewis, Torakoabdominal atau Transhiatal untuk tumor yang mengenai esofagus.
Reseksi kuratif → margin minimal 5 – 7 cm. Reseksi En block meliputi: pankreas, lien, kolon transfersum, hepar.
Reseksi gaster dan limfadenektomi.
Rekonstruksi: Billroth II dengan Roux-en-Y atau Loop gastroyeyenostomi.
Prosedur paliatif: By pass gastroenterostomi untuk mencegah obstruksi, perdarahan, perforasi, nyeri karena ulserasi mukosa gaster.

Terapi pembedahan kuratif adalah dengan reseksi seluruh tumor disertai limfedenektomy adekuat. Dilakukan reseksi paling kurang 5 cm dari sisi-sisi tumor dan dilakukan “frozen section” untuk mengkonfirmasinya. Bebasnya sisa tumor dari hasil reseksi sangat penting bagi operasi kuratif namun tidaklah berarti bagi operasi paliatif. Reseksi tumor primer kadang disertai juga dengan pengangkatan pankreas, colon transversa, dan lien.

Gastrektomi total (with jejunal pouch-esophageal anastomosis) tidak dianjurkan, kecuali bila diperlukan reseksi yang adekuat di seluruh area lambung. Dari beberapa penelitian, gastrektomi total dan gastrektomi subtotal memberikan hasil yang sama dalam hal ketahanan hidup pasien. Namun, komplikasi pada gastrektomi total cukup berat. Reseksi dengan bantuan Endoskopi dilakukan pada early gastric cancer dengan ukuran < 3 cm, tidak ada ulserasi, dan invasi limfatik.
READ MORE - Penyebab kanker lambung

struktur pankreas


struktur pankreas

1. Kepala pankreas
2. Proses uncinate
3. Pankreas takik
4. Tubuh pankreas
5. Anterior permukaan
6. Inferior permukaan
7. Superior marjin
8. Anterior marjin
9. Inferior marjin
1O. mentum umbi
11. Ekor pankreas
12. Usus duabelas jari

Pankreas adalah organ kelenjar dalam sistem pencernaan dan endokrin vertebrata. Ini adalah kedua kelenjar endokrin memproduksi hormon penting, termasuk insulin, glukagon, dan somatostatin, serta kelenjar eksokrin, pankreas mengeluarkan enzim yang mengandung jus pencernaan yang lolos ke usus kecil. Enzim ini membantu dalam pemecahan lebih lanjut dari karbohidrat, protein, dan lemak dalam perut yg menghancurkan makanan tersebut.
Anatomi Pankreas & Duodenum

Pankreas memiliki tiga bagian utama:
Kepala: daerah pankreas ke kanan perbatasan kiri vena mesenterika unggul.
Tubuh: daerah pankreas antara batas kiri vena mesenterika unggul dan batas kiri dari aorta.
Tail: daerah pankreas antara batas kiri aorta dan hilus limpa.

Karena pankreas adalah depo penyimpanan enzim pencernaan, luka pada pankreas berpotensi sangat berbahaya. Sebuah tusukan dari pankreas biasanya membutuhkan intervensi medis yang segera dan berpengalaman.

Sebuah sayatan ke pankreas dikenal sebagai sebuah pancreatotomy.

Situs yang paling umum dari primary adalah kepala pankreas. Pankreas memiliki dua komponen fungsional: endokrin, untuk memproduksi insulin dan hormon lainnya, dan eksokrin, untuk menghasilkan jus pankreas untuk pencernaan. Pankreas berada dalam kontak langsung dengan lambung, duodenum, limpa, dan kapal utama perut.

Pankreas adalah kelenjar dual-fungsi, memiliki fitur dari kedua kelenjar endokrin dan eksokrin.


Kelenjar endokrin

Bagian dari pankreas dengan fungsi endokrin terdiri dari sekitar satu juta kelompok sel yang disebut pulau Langerhans. Ada empat jenis sel utama dalam pulau. Mereka relatif sulit untuk membedakan menggunakan teknik pewarnaan standar, tetapi mereka dapat diklasifikasikan oleh sekresi mereka: sel α glukagon rahasia, sel-sel β insulin rahasia, δ sel mensekresikan somatostatin, dan PP sel pankreas mensekresi polipeptida.

Para pulau adalah koleksi kompak sel endokrin diatur dalam cluster dan tali dan saling silang oleh jaringan padat kapiler. Kapiler dari pulau yang dibatasi oleh lapisan sel-sel endokrin dalam kontak langsung dengan kapal, dan sel-sel endokrin yang paling berada dalam kontak langsung dengan pembuluh darah, dengan baik proses sitoplasma atau dengan aposisi langsung. Menurut volume''Body,''oleh Alan E. Nourse, pulau yang "sibuk manufaktur hormon mereka dan umumnya mengabaikan sel pankreas di sekitar mereka, seolah-olah mereka terletak di beberapa bagian yang sama sekali berbeda dari tubuh."

Eksokrin

Berbeda dengan pankreas endokrin, yang mengeluarkan hormon ke dalam darah, pankreas eksokrin memproduksi enzim pencernaan dan cairan alkali (disebut sebagai jus pankreas), dan mengeluarkan mereka ke dalam usus kecil melalui sistem saluran eksokrin dalam menanggapi kecil usus hormon secretin dan cholecystokinin. Enzim pencernaan tripsin termasuk, chymotrypsin, lipase pankreas, dan amilase pankreas, dan diproduksi dan disekresikan oleh sel-sel asinar dari pankreas eksokrin. Spesifik sel yang melapisi saluran pankreas, yang disebut sel centroacinar, mengeluarkan solusi-bikarbonat dan garam-kaya ke dalam usus kecil.
READ MORE - struktur pankreas

Selasa, 29 November 2011

Transplantasi hati


Transplantasi hati adalah isu politis bermuatan super, siapa yang mendapat di daftar, yang sampai ke bagian atas daftar dan yang mendapat manfaat dari transplantasi hati adalah pertanyaan orang bertanya, dan kadang-kadang jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menyebalkan. Majalah berita CBS 60 Minutes menunjukkan berlari cerita tentang mafia Jepang datang ke AS untuk transplantasi hati di UCLA Medical Center. Fakta bahwa para pemimpin geng kriminal bisa menempatkan $ 1 juta dalam kas di atas meja mungkin punya sesuatu untuk dilakukan dengan itu. Wah, menurut Anda? Bahkan pahlawan bisbol ikonik, Mickey Mantle, mendapat beberapa tekan buruk ketika ia pergi ke bagian atas daftar.

Uang, selalu di Amerika, yang memainkan peran lebih besar dalam menentukan perawatan daripada masalah lainnya. Ini politik lebih dari medis. Salah satu alasan ada argumen politik begitu banyak adalah karena 75% dari penyakit hati sepenuhnya dihindari. Ada tiga kondisi yang berhubungan dengan alkohol hati. Yang pertama adalah perlemakan hati, yang dapat benar-benar terbalik jika orang tidak minum lagi.

Hati berlemak tidak selalu merupakan pemicu penyakit. Namun, jika orang yang bersikeras minum, perlemakan hati dapat berkembang menjadi hepatitis alkoholik, peradangan kronis hati. Orang mengalami demam, sakit kuning dan sakit perut. Hal ini tidak menjadi bingung dengan kondisi perut yang lain, seperti kolesistitis, yang empedu peradangan kandung kemih. Hepatitis alkoholik juga dapat bingung dengan pankreatitis atau bahkan usus buntu. Alasan penting untuk mendiagnosis situasi benar adalah karena fakta bahwa orang-orang dengan hepatitis alkoholik tidak melakukannya dengan baik setelah operasi. Apendisitis dan pankreatitis panggilan untuk intervensi bedah. Hepatitis alkoholik dapat dibalik dengan pantang, tetapi juga bisa berakibat fatal. Sirosis adalah bentuk paling serius dari penyakit hati alkoholik dan terjadi ketika menakut-nakuti jaringan pada hati berkembang ke titik di mana darah tidak lagi mengalir melalui pembuluh. Hati sebenarnya menyusut dan menjadi keras. Fungsi itu hancur. Transplantasi merupakan satu-satunya pengobatan untuk kondisi ini. Meskipun dipahami bahwa mungkin ada perkembangan, dari hati lemak untuk hepatitis alkoholik sirosis, kondisi akhir, sirosis, dapat terjadi tanpa melalui tahap-tahap lainnya. Hepatitis alkoholik dan sirosis adalah penyebab umum kematian pada pecandu alkohol berat.

Alkohol dan kecanduan obat-terkait penyakit hati juga dapat menjadi langkah untuk pengembangan kanker hati. Pada pecandu alkohol, jumlah semata alkohol dapat berkontribusi terhadap perkembangan kanker. Hepititis B Virus (HBV) dan Hepititis C Virus (HCV) adalah dua penyebab utama kanker hati di seluruh dunia. Hepatitis C adalah masalah serius bagi pengguna narkoba yang menyuntikkan substansi pilihan mereka. Penyakit ini sering disebabkan oleh jarum kotor, dan tingkat infeksi yang sangat tinggi. Sekali lagi, ini dapat dihindari. Beberapa komunitas memiliki program pertukaran jarum suntik, hanya untuk mencoba untuk mencegah penyebaran Hepatitis C. Setelah hati telah gagal, pasien harus memiliki transplantasi atau mereka akan mati. Sifat manusia berjalan dua arah pada masalah ini. Orang akan mengatakan “terlalu buruk, tapi Anda melakukannya untuk diri sendiri,” sementara yang lain melihat situasi yang sama dengan kasih sayang dan keinginan untuk membantu. Ini adalah masalah emosional-dikenakan.

Dari orang-orang yang menerima transplantasi, hampir 50% dari mereka menggunakan sedikit alkohol, dan sebanyak 10% dari penerima transplantasi adalah peminum adiktif. Jika hal ini terjadi, mereka pelamar layar untuk transplantasi hati yang dimengerti memiliki tugas sulit memilah-milah calon dan menentukan siapa yang akan menerima manfaat terbesar dari prosedur. Jika salah satu adalah untuk terus minum banyak, terlepas dari konsekuensi, transplantasi hanya akan menunda yang tak terelakkan. Calon terbaik adalah orang yang tidak memiliki masalah itu. Sekali lagi, 50% lainnya dari pasien transplantasi tidak narkoba dan alkohol pelaku.

Setelah seorang alkoholik telah dipilih untuk menerima hati, sebenarnya tidak ada terapi standar untuk mengikuti, selain pantangan. Pengguna narkoba, yang berada di perawatan metadon dan dapat menghindari menggunakan, cenderung untuk melakukannya dengan baik. Selain dari masalah hati, ada faktor lain yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan, seperti penggunaan tembakau dan kebiasaan diet.

Ketika transplantasi hati diperlukan, Sciencedaily melaporkan bahwa hanya 6% dari pecandu alkohol dan 4% mantan pecandu narkoba dari mantan akan kambuh setelah transplantasi. Ini adalah statistik yang menggembirakan, tapi itu tergantung pada kesediaan individu untuk menjauhkan diri dari alkohol dan obat-obatan. Ada orang yang akan melihat bahwa sebagai sebuah ketidakadilan dan berpendapat bahwa itu tidak adil. Namun, angka-angka memberitahu sebuah cerita menarik. Obat dan alkohol penyakit hati dapat dibalikkan, dengan pantang, jika didiagnosis cukup dini. Dalam kasus tersebut, ketidakadilan satunya adalah apa yang kita lakukan untuk diri kita sendiri.
READ MORE - Transplantasi hati