Rabu, 09 Maret 2011

Amfibi adalah kelompok terkecil di antara vertebrata



Amfibi adalah kelompok terkecil di antara vertebrata, dengan jumlah hanya 3.000 spesies. Seperti ikan dan reptilia, amfibi adalah hewan berdarah dingin. Ini berarti amfibi tidak dapat mengatur suhu badannya sendiri. Untuk itu, amfibi memerlukan matahari untuk menghangatkan badan. Awalnya amfibi mengawali hidup di perairan dan melakukan pernapasan menggunakan insang. Seiring dengan pertumbuhannya paru-paru dan kakinya berkembang dan amfibi pun dapat berjalan di atas daratan.
Amfibi dijumpai diseluruh dunia kecuali di kutub. Mereka menempati sejumlah habitat yang berbeda-beda seperti hutan hujan, kolam, dan danau. Mereka juga ada di daerah berumput di lereng pegunungan tinggi, bahkan juga di gurun.
Meskipun amfibi dewasa dapat bertahan hidup selama periode kemarau panjang, umum nya mereka membutuhkan tempat-tempat lembab seperti sungai dan kolam. Diwilayah hutan hujan tropis yang lembab, banyak katak dapat bertahan hidup tanpa memiliki sumber air tetap. Sebagai hewan yang berdarah dingin, amfibi tidak aktif dalam kondisi dingin. Pada kondisi ini mereka melakukan hibernasi, biasanya dalam lumpur di dasar kolam.
Orang banyak kesulitan membedakan katak dan kodok. Pada umumnya katak berkulit halus dan lebih banyak berada di air. Katak dan kodok memangsa serangga dan hewan kecil lainnya. Mereka tinggal diam ditempat untuk menunggu mangsa lewat. Beberapa spesies menggunakan lidah yang panjang dan berperekat untuk menangkap mangsa.
Musim kawin amfibi sering berlangsung kacau. Amfibi jantan dan betina berkumpul bersama dalam jumlah besar. Setelah membuahi telur, biasanya amfibi tidak lagi mempedulikan telurnya. Hanya sedikit jenis amfibi yang melindungi telur.
Amfibi terbesar seperti salamander raksasa cina dan kodok cane tidak banyak memiliki musuh. Umumnya spesies amfibi kecil mengandalkan penyamaran atau melarikan diri saat terancam pemangsa. Ada pula amfibi yang mengandalkan kulit yang mencolok untuk menakuti musuh.
Ada jenis amfibi yang mempunyai racun. Katak beracun dari Amerika Selatan memiliki warna yang mencolok sebagai tanda bahaya pemangsanya. Racun katak sangat kuat ‘racun emas’ yang dimiliki kodok dart dari kolombia misalnya, dapat menewaskan sekitar 1.000 orang sekaligus.

Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.

Amfibia mempunyai ciri-ciri:
tubuh diselubungi kulit yang berlendir
merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik
mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang
matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam
pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam
berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).

Contoh amfibia yang terdapat di Indonesia adalah bangsa sesilia (Caecilia), serta bangsa kodok dan katak (Anura). Sesilia adalah semacam amfibia tidak berkaki yang badannya serupa cacing besar atau belut. Satu lagi bangsa amfibia, yang tidak terdapat secara alami di Indonesia, adalah salamander. Amfibia dari daerah bermusim empat ini bertubuh serupa kadal, namun berkulit licin.

Katak menghasilkan telur di dalam air atau kawasan berair. Telur – telur katak melekat antara satu sama lain membentuk sekelompok telur. Katak bertelur berpuluh - puluh sehingga beratus - ratus biji telur. Ini adalah cara semula jadi untuk memastikan kemandirian hidup spesisnya.
(‘Frogs lay their eggs in water or wet places. A floating clump of eggs is called frog spawn. The large and slippery mass of eggs are too big to be eaten. This is nature's way of protecting them.’)

Telur katak dilindungi dan dikelilingi dengan struktur seperti agar – agar dan agak licin. Katak betina tidak akan menjaga telur – telurnya selepas bertelur. Telur – telur itu akan berkembang tetapi hanya sedikit yang akan berjaya menetas menjadi katak dewasa. Ini kerana, hidupan lain seperti itik, ikan, serangga lain – lain haiwan akan memakan sebahagian telur tersebut.

Satu telur akan membahagi kepada dua. Proses ini berterusan membahagi kepada 4 sel, dan seterusnya. Sehingga membahagi menjadi banyak sel.

Sel yang membahagi akan membentuk embrio. Organ dan insang terbentuk.

Selepas 21 hari tempoh perkembangan, embrio akan meninggalkan cengkerang agar – agar, dan melekatkan dirinya pada rumpai air di dalam air. Kemudian ia menjadi berudu. Berudu akan membesar sehingga ia berjaya berenang di dalam air. Ini mengambil masa 3 hari hingga 3 minggu. Berudu makan tumbuhan air yang kecil yang melekat pada tumbuhan air yang lebih besar. Tumbuhan kecil ini dipanggil alga.

Berudu mempunyai ekor yang panjang, dan tinggal di dalam air. Ia mudah mati, dan bergantung kepada keupayaan menyamar untuk melindunginya. Berudu juga terancam dan ia boleh dimakan oleh hidupan air yang lain. Kadangkala berudu mati apabila kolam atau kawasan berair menjadi kering.

Selepas 5 minggu, berudu mula berubah. Kaki belakang mula terbentuk, diikuti dengan kaki hadapan. Kaki hadapan terbentuk di bahagian belakang kepalanya yang bonjol. Ekor berudu mengecil. Paru – paru mula berkembang, untuk membolehkan katak hidup di darat.

Pada peringkat ini, berudu akan berenang ke permukaan air untuk bernafas. Ekornya juga membantu ia berenang untuk mendapatkan makanan. Berudu mula makan tumbuh – tumbuhan dan haiwan yang reput.

Lama – kelamaan, berudu akan mula kelihatan seperti katak. Ia menanggalkan kulit. Mulutnya mula melebar, dan rahangnya mula hilang. Ekor mengecil, dan kaki membesar. Paru – paru semakin menjalankan fungsinya.

Selepas 11 minggu, ia telah berkembang dengan lengkap, katak yang mempunyai paru – paru, kaki dan tanpa ekor. Ia mula keluar dari air. Katak lebih banyak menghabiskan hidupnya di darat, berbanding di dalam air. Katak yang kecil ini mula memakan serangga dan cacing. Ia akan menjadi katak dewasa dan akan mencari pasangan. Katak betina akan bertelur dan proses ini berulang kembali.
READ MORE - Amfibi adalah kelompok terkecil di antara vertebrata

Ovumadalah sel reproduksi wanita atau gamet haploid


Dalam hewan yg menelur (semua burung, ikan paling, amfibi dan reptil) ova mengembangkan lapisan pelindung dan melewati saluran telur ke luar tubuh. Mereka dibuahi oleh sperma laki-laki baik di dalam tubuh wanita (seperti dalam burung), atau di luar (seperti di banyak ikan). Setelah pembuahan, embrio berkembang, dipelihara oleh nutrisi yang terkandung dalam telur. Kemudian menetas dari telur, di luar tubuh ibu. Lihat telur (biologi) untuk pembahasan telur hewan yg menelur.

Sel telur sitoplasma dan mitokondria (dan kloroplas pada tumbuhan) adalah satu-satunya cara telur bisa berkembang biak dengan mitosis dan akhirnya membentuk blastocyst setelah pembuahan.

Pada hewan yang lebih tinggi, ova diproduksi oleh gonad betina (kelenjar seksual) disebut indung telur dan semua dari mereka yang hadir pada saat lahir pada mamalia, dan matang melalui oogenesis

Dalam hewan vivipar (yang mencakup manusia dan semua mamalia plasenta lainnya), sel telur dibuahi di dalam tubuh perempuan, dan embrio kemudian berkembang di dalam rahim, menerima gizi langsung dari ibu.

The ovum manusia tumbuh dari sel germinal primitif yang tertanam dalam substansi ovarium. Masing-masing dari mereka membagi berulang kali menimbulkan beberapa sel yang lebih kecil, oogonium tersebut. Oogonium kemudian berkembang menjadi ovum, para oosit primer.

Sel telur adalah salah satu sel terbesar dalam tubuh manusia, biasanya terlihat dengan mata telanjang tanpa bantuan mikroskop atau perangkat pembesaran lain. Sel telur manusia ukuran 120 pM dengan diameter.

Ovum (jamak ova, dari bahasa Latin yang berarti sel telur telur atau sel telur) adalah sel reproduksi wanita atau gamet haploid. Baik hewan dan embryophytes telah ova. Istilah ini bakal biji digunakan untuk sel telur muda binatang, serta struktur tanaman yang membawa sel gametofit dan telur perempuan dan berkembang menjadi benih setelah pembuahan. Pada tanaman yang lebih rendah dan ganggang, sel telur juga sering disebut oosphere.

Dalam protista, jamur dan tanaman, seperti bryophytes, pakis, dan gymnosperma, ova diproduksi di dalam archegonia. Karena archegonium adalah struktur haploid, sel telur diproduksi melalui mitosis. The archegonium lumut khas terdiri dari leher panjang dengan basis yang lebih luas yang berisi sel telur. Setelah pematangan, leher terbuka untuk memungkinkan sel sperma untuk berenang ke archegonium dan telur. Zigot yang dihasilkan kemudian menimbulkan suatu embrio, yang akan tumbuh dari archegonium sebagai sporophyte muda.

Dalam tanaman berbunga, gametofit betina, yang biasanya menimbulkan archegonium, telah dikurangi menjadi hanya delapan sel disebut sebagai kantung embrio di dalam bakal biji. Sel gametofit yang paling dekat dengan pembukaan micropyle dari kantung embrio berkembang menjadi sel telur. Setelah penyerbukan, tabung polen memberikan sperma ke dalam kantung embrio dan satu sekering inti sperma dengan inti telur. Zigot yang dihasilkan berkembang menjadi embrio di dalam bakal biji. Para bakal biji pada gilirannya berkembang menjadi benih dan dalam banyak kasus tanaman ovarium berkembang menjadi buah untuk memfasilitasi penyebaran benih. Setelah perkecambahan, embrio tumbuh menjadi anakan.

Ooplasm (juga: oƶplasm) adalah kuning telur dari sel telur, zat sel di tengahnya, yang berisi inti, disebut vesikel germinal, dan nucleolus, yang disebut spot germinal.

Ooplasm ini terdiri dari sitoplasma sel hewan biasa dengan spongioplasm dan hyaloplasm, sering disebut formatif kuning dan kuning gizi atau deutoplasm, terbuat dari butiran bulat lemak dan zat albuminoid tertanam di sitoplasma.

Mamalia ova hanya berisi sejumlah kecil dari kuning bergizi, untuk memberi makan embrio pada tahap awal perkembangannya saja. Sebaliknya, telur burung mengandung cukup untuk memasok cewek dengan makanan bergizi selama keseluruhan periode inkubasi.
READ MORE - Ovumadalah sel reproduksi wanita atau gamet haploid

Selasa, 08 Maret 2011

Oksigen merupakan unsur terbanyak dalam kerak bumi


Oksigen merupakan unsur terbanyak dalam kerak bumi, dianggarkan sebanyak 46.7% daripada mengikut berat. Oksigen merangkumi 87% daripada lautan (sebagai H2O, dan 1% daripada udara Bumi (sebagai O2, molekul oksigen, atau O3, ozon). Sebatian oksigen, terutama dalam logam, silika (SiO44-) and karbonat (CO32-), mudah didapati dalam batu dan tanah. Air beku merupakan pepejal biasa di planet lain dan komet. Ais di Marikh terdiri daripada karbon dioksida beku. Sebatian oksigen didapati di merata Alam dan spektrum oksigen diperhatikan dalam cahaya bintang. Malah bintang tidak mampu menghasilkan cahaya tanpa oksigen.

Keberadaan oksigen memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Hal itu juga diakui dalam dunia medis. Seberapa penting kandungan oksigen tergambar dari laporan singkat penelitian yang dilakukan para ahli di Universitas Oxford, Inggris. Penelitan mencatat oksigen bisa dijadikan medium radioterapi yang efektif guna merendam bahaya kanker.

Studi mengungkap, sel kanker bisa "dijinakkan" sebelum pengobatan dengan terlebih dahulu disuplai dengan oksigen. Hasil gemilang itu diraih usai melakukan percobaan yang dilakukan kepada pasien dengan teknik pioneering dengan menggunakan medium oksigen sebagai alat.
"Kami berhasil menemukan cara baru sebelum kanker begitu kebal terhadap pengobatan yang dilakukan dengan radiasi atau kemoterapi," tutur salah satu peneliti asal Institut Radiasi, Onkologi dan Biologim, Universitas Gray , Profesor Gilles Mckenna seperti yang dikutip Telegraph, akhir pekan lalu.

Prediksi awal dari penelitian yang dilakukan, metode tersebut memiliki hasil yang baik guna mencari solusi menghadapi penyakit kanker. Sebagaimana diketahui, kanker merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit yang sulit untuk ditemukan pengobatan yang tepat.
"Para peneliti di Oxford kemudian mengetatkan percobaan mereka termasuk pada pasien dengan penyakit paru, serviks dan kanker usus. Mereka juga berharap akan menambah jumlah pasien untuk percobaan akhir tahun ini," tuturnya.

Menurut Gilles, jika percobaan akhir tahun tersebut berhasil maka akan membawa harapan baru kepada pasien dengan sebagian yang mengalami kesulitan ketika menghadapi kanker.

Secara garis besar, seperti tercatat pada Jurnal Penelitian Kanker, pengobatan melalui metode ini menggunakan obat yang meningkatkan stabilitas oksigen yang dibawa darah pada tumor. Para peneliti mencoba fokus pada memotong suplai darah kepada tumor guna menahan nutrisi yang masuk ke tumor.

Pada suhu dan tekanan biasa, oksigen didapati sebagai dua atom oksigen dengan formula kimia O2. Oksigen merupakan gas yang dibebaskan oleh tumbuhan ketika proses fotosintesis, dan diperlukan oleh haiwan untuk pernafasan. Perkataan oksigen terdiri daripada dua perkataan Greek, oxus (asid) dan gennan (menghasilkan). Oksigen cair dan pepejal mempunyai warna biru lembut dan mempunyai sifat paramagnet (mudah menjadi magnet). Oksigen cair biasanya dihasilkan dengan proses perbezaan suhu dari udara cair (disejukkan sehingga menjadi cecair).

Terapi oksigen adalah pengelolaan oksigen tambahan pada pasien untuk mencegah atau menangani hipoksia. Hipoksia adalah satu kondisi dimana tidak terpenuhi oksigen untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan sel (Herry and Potter, 2006).

Fungsi terapi oksigen

Fungsi terapi oksigen adalah untuk memberikan transport oksigen yang adekuat di dalam darah sehingga mengurangi kerja pernafasan dan menurunkan stress pada otot jantung (Brunner and Suddarth, 2007). Terapi ini bermanfaat bagi pasien-pasien hipoksemia dengan masalah nonpulmonal dan juga bagi mereka yang mengalami eksaserbasi akut COPD. Terapi ini juga mengatasi vasokontrinsi pulmoner dan kerja jantung kanan dan menurunkan iskemia miokard. Hasilnya akan memperbaiki kardiak output.

Oksigen dengan konsentrasi tinggi harus diberikan pada semua pasien atau cedera gawat dengan insufisiensi respirasi, syok atau trauma walaupun tekanan parsial oksigen arteri tinggi. Karena pada pasien-pasien ini hantaran oksigen ke jaringan terhambat oleh pertukaran gas paru yang tidak cukup, volume sirkulasi yang kurang dan fungsi kardiovaskuler atau distribusi aliran darah yang terganggu.

Dalam konteks kardiologi, masalah oksigen terjadi disebabkan karena hambatan transport oksigen akibat penurunan fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dampak penurunan fungsi ini tampak dari tanda-tanda cepat lelah, nafas pendek, perfusi jaringan perifer menurun dll. Apabila oksigen diberikan pada gangguan jantung, maka oksigen masuk berdifusi ke dalam paru-paru relatif mudah. Dari alveoli oksigen berdifusi ke dalam pembuluh darah arteri. Karena masalah utamanya adalah pada hambatan transport (gangguan cardiac output atau denyut jantung) maka pemberian oksigen akan meningkatkan PaO2 dan saturasi O2. Dengan peningkatan saturasi oksigen, maka hemoglobin mampu membawa oksigen lebih banyak dibandingkan dengan jika seseorang tidak diberikan oksigen. Pada kondisi demikian maka kebutuhan perfusi jaringan dapat dipenuhi meskipun terjadi penurunan rata-rata aliran darah ke jaringan.

Sebenarnya sel hanya membutuhkan sedikit tekanan oksigen untuk terjadinya reaksi kimia intraseluler yang normal. Alasannya adalah bahwa sistem enzim respirasi sel disesuaikan sedemikian rupa sehingga bila PO2 sel lebih dari 1 sampai 3 mmHg, tersedianya oksigen tidak lagi merupakan suatu faktor pembatas kecepatan reaksi kimia tersebut. Malahan, faktor pembatas utamanya kemudian adalah konsentrasi adenosin diposfat (ADP) di dalam sel. Penggunaan adenosin trifosfat (ATP) dalam sel menghasilkan energi, ATP yang kemudian diubah menjadi ADP. Peningkatan konsentrasi ADP, sebaliknya akan meningkatkan metabolisme oksigen dan berbagai makanan yang bercampur dengan oksigen untuk melepaskan energi. Energi ini dibutuhkan untuk membentuk ATP. Oleh karena itu, pada keadaan normal waktu kerja kecepatan penggunaan oksigen oleh sel diatur oleh kecepatan pengeluaran energi dalam sel tersebut yaitu oleh kecepatan pembentukan ADP dari ATP. Hanya dalam keadaan hipoksia berat penggunaan oksigen menjadi suatu keadaan yang terbatas

Apabila seorang pasien menerima terapi oksigen, hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh perawat adalah :

· Menjelaskan alasan dan pentingnya kepada pasien

· Evaluasi efektifitas, observasi tanda-tanda hipoksia. Beritahu dokter bila pasien mengalami gelisah, cemas, somnolen, sianosis, atau takikardia

· Analisa gas darah dan bandingkan dengan dengan nilai normal

· Pasang oksimetri nadi untuk monitor saturasi oksigen

· Jelaskan pada pasien atau pengunjung untuk menghindari rokok saat terapi oksigen

Disamping itu untuk mengefektifkan terapi oksigen ini perlu dilakukan tindakan modalitas lain yang bisa saling mendukung. Di antaranya adalah :

1. Chest Fisiotepry, perkusi, postural drainage, Batuk efektif

Tindakan fisioterapi dada dilakukan untuk mengontrol sekresi pada jalan nafas secara meluas. Sekret yang dikeluarkan perlu untuk dikeluarkan melalui batuk ataupun suction, untuk tindakan batuk efektif perlu dilakukan tindakan mengambil nafas dalam, menutup glottis dengan tujuan untuk memberi tekanan pada bagian belakang dada untuk kemudian dengan kekuatan penuh dikeluarkan.

Fisiotetapi dan batuk efektif berhubungan dengan bersihan jalan nafas terhadap mucus pasien yang menghambat sekresi dari trakeobronkial (Jones and Rowe, 1999)

Akumulasi Sekret yang terjadi pada pasien bisanya terjadi pada penderita :

- bronchitis

- asma

- fibrosis cystic

- pneumonia

- bronkoekstasis

Pada Pasien post operasi juga dapat terjadi peningkatan akumulasi secret, sehingga menyebabkan atelektasis, kolap lubuler, sehingga perlu dilakukan fisioterapi dada tetapi penggunaannya memerlukan terapi modalitas yang lain. Misalnya : Pemberian mukolitik, Pemberian system hidrasi yang baik, pemberian bronkodilator termasuk juga pemberian antibiotic.

Tujuan Utama fisioterapi dada :

· Membersihkan jalan nafas dari penumpuikan secret yang berlebih sehingga tidak mengurangi kerja jalan nafas

· Memfasilitasi klien dalam penggunaan batuk untuk mengeluarkan sekret

Hidrasi yang adekuat penting dilakukan untuk pasien dengan program kebersihan paru. Cairan yang diberikan menyebabkan mukus atau sekret lebih lancer dan berair sehingga dapat bergerak ketika dibatukkan dapat keluar lebih mudah, tetapi pemberian hindarsi ini dapat menjadi kontra indikasi terhadap penyakit lain, misalnya gagal jantung , gagal ginjal.

Dengan dilakukan 3 – 4 kali fisioterapi dada/hari dan 2 liter atau lebih cairan/ hari yang diberikan maka akan mencegah dan menciptakan dan membangun kebersihan jalan nafas, mengurangi sesak nafas, meningkatkan kerja pernafasan dan membantu pertukaran gas.
Suctioning

Beberapa tindakan yang dianggap perlu dan penunjang untuk membuka jalan nafas dianggap berpotensi untuk mencegah terdanya obtruksi oleh karena secret, benda asing, dan obstruksi mekanik yang disebabkan oleh jaringan bagian atas.

Tindakan ini mungkin tidak berhubungan dengan order dokter, tetapi tergantung oleh situasi yang ada, intervensi yang dilakukan ketika terjadi sumbatan jalan nafas pada saat itu maka segera dilakukan pembebasan jalan nafas.

Manajemen dalam kepatenan jalan nafas meliputi: Hidung, jalan nafas bagian atas, serta trakea, system jalan nafas bagian bawah.

Suctioning ditujukan untuk mengangkat secret dari jalan nafas, sehingga klien dengan ketidakmampuan atau kegagalan baik pada proses menelan atauapun pada proses pembebasan jalan nafas lainnya dapat terhindar dari obstruksi.

Oksigen biasanya digunakan sebagai pengoksida, hanya fluorin mempunyai negatif elektron yang lebih tinggi. Oksigen juga digunakan sebagai bahan pengoksida dalam bahan api roket. Oksigen juga penting untuk pernafasan dan digunakan dengan meluas dalam bidang perubatan. Oksigen juga digunakan dengan meluas di kawasan yang kurang oksigen seperti pendaki gunung, juruterbang yang membawa bekalan oksigen tambahan. Oksigen juga digunakan untuk pengimpalan dan dalam proses pembuatan besi dan metanol.

Oksigen mempunyai pengkhayalan sederhana dan digunakan sebagai bahan perangsang semenjak abad ke-19 lagi sehingga sekarang. Pada abad ke-19, oksigen bercampur dengan nitrus oksida dan digunakan sebagai ubat bius.

Oksigen merupakan satu unsur penting tubuh manusia, bersama-sama dengan hidrogen, karbon dan nitrogen. Tetapi, oksigen merupakan satu-satunya unsur yang diperlu setiap minit. Kesemua proses penting, seperti pernafasan, peredaran, fungsi otak, penghadaman, penyingkiran bahan buangan, pertumbuhan sel dan tisu, serta pembiakan hanya berlaku apabila terdapat banyak oksigen. Oksigen merupakan sumber tenaga yang segera bagi kebanyakan proses metabolisme dalam sel dan tisu.
READ MORE - Oksigen merupakan unsur terbanyak dalam kerak bumi

Senin, 07 Maret 2011

Lidah


Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap.

Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.

Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu:
papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus;
papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah;
papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur.

Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila folliata pada hewan pengerat.

Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.
READ MORE - Lidah

bagian telinga


Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies.

Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian yang berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.

Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).

bagian telinga: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga bagian luar
Di dalam saluran telinga bagian luar terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang disebut serumen atau kotoran telinga. Hanya bagian saluran yang memproduksi sedikit serumen yang memiliki rambut. Pada ujung saluran terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke telinga dalam.

Peradangan pada bagian telinga ini disebut sebagai otitis Eksterna. Hal ini biasanya terjadi karena kebiasaan mengorek telinga & akan menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus (DM/sakit gula).
Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, Liang telinga atau meatus auditorius eksternus, dan gendang telinga atau membran timpani. Bagian daun telinga berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar berfungsi untuk menangkap suara dan bagian terpenting adalah liang telinga. Saluran ini merupakan hasil susunan tulang dan rawan yang dilapisi kulit tipis.

Pada manusia dan hewan darat lainnya, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bagian luar, udara pada telinga tengah tidak berhubungan dengan udara di luar tubuh. Saluran Eustachius menghubungkan ruangan telinga tengah ke belakang faring. Dalam keadaan biasa, hubungan saluran Eustachius dan telinga tengah tertutup dan terbuka pada saat mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa penumpang pesawat terbang merasa 'tuli sementara' saat lepas landas. Rasa tuli disebabkan adanya perbedaan tekanan antara udara sekitar. Tekanan udara di sekitar telah turun, sedangkan di telinga tengah merupakan tekanan udara daratan. Perbedaan ini dapat diatasi dengan mekanisme mengunyah sesuatu atau menguap.

Telinga bagian tengah
Peradangan atau infeksi pada bagian telinga ini disebut sebagai Otitis Media.

Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada tulang pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfe & labirin membranasea, yang terletak lebih dalam dan memiliki cairan endolimfe.

Di depan labirin terdapat koklea atau rumah siput. Penampang melintang koklea trdiri aras tiga bagian yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Bagian dasar dari skala vestibuli berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui jendela berselaput yang disebut tingkap oval, sedangkan skala timpani berhubungan dengan telinga tengah melalui tingkap bulat.

Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah bawah dibatasi oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat organo corti yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri dari sel rambut dan sel penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari gelatin yang lentur, sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis.
READ MORE - bagian telinga

Minggu, 06 Maret 2011

Momentum sudut

Momentum sudut adalah sebuah besaran fisika yang penting, khususnya untuk masalah-masalah pada tingkat energi dan spektra atom dan molekul. Dalam bagian ini, momentum sudut akan didefinisikan dan sifat-sifatnya akan dijelaskan.

Momentum sudut dari sebuah partikel didefinisikan sebagai sebuah produk luar (produk vektor) r x p dari posisi vektor r yang menyatakan posisi (x, y, z) dan momentum =
I=Pxp

Persamaan ini dapat ditulis ulang dengan komponen-komponen berikut.
READ MORE - Momentum sudut
Dalam mekanika klasik, momentum (dilambangkan dengan P) didefinisikan sebagai hasil perkalian dari massa dan kecepatan, sehingga menghasilkan vektor.

Momentum suatu benda (P) yang bermassa m dan bergerak dengan kecepatan v didefinisikan sebagai ::


Massa merupakan besaran skalar, sedangkan kecepatan merupakan besaran vektor. Perkalian antara besaran skalar dengan besaran vektor akan menghasilkan besaran vektor. Jadi, momentum merupakan besaran vektor. Momentum sebuah partikel dapat dipandang sebagai ukuran kesulitan untuk mendiamkan benda. Sebagai contoh, sebuah truk berat mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan mobil yang ringan yang bergerak dengan kelajuan yang sama. Gaya yang lebih besar dibutuhkan untuk menghentikan truk tersebut dibandingkan dengan mobil yang ringan dalam waktu tertentu. (Besaran mv kadang-kadang dinyatakan sebagai momentum linier partikel untuk membedakannya dari momentum angular).

Dalam fisika, momentum adalah besaran yang berhubungan dengan kecepatan dan massa suatu benda.

Sama seperti energi, dalam kondisi tertentu, momentum suatu sistem akan kekal atau tidak berubah. Untuk memberikan pemahaman mengenai hal tersebut, maka akan digunakan konsep Pusat Massa. Misal jika ada sebuah sistem yang terdiri dari beberapa benda dengan massa bergerak dengan kecepatan masing-masing adalah , maka kecepatan pusat massa sistem tersebut adalah :


Dan jika sistem tersebut bergerak dengan dipercepat dengan percepatan masing-masing adalah , maka percepatan pusat massa sistem tersebut adalah :

Sekarang jika benda-benda tersebut masing-masing diberi gaya , maka benda-benda tersebut masing-masing memiliki percepatan :

Sehingga percepatan pusat massa sistem dapat dinyatakan sebagai :
READ MORE -