Rabu, 28 Desember 2011

Hypothyroid adalah


Hypothyroid adalah suatu kondisi yang disebabkan karena disfungsi kelenjar tiroid dalam tubuh. Seseorang yang memiliki kondisi ini biasanya mengalami penurunan tingkat metabolisme menyebabkan mereka untuk menambah berat badan dan menyebabkan kegemukan.

Hypothyroid juga disebabkan karena peradangan kelenjar tiroid dan karena peradangan, menyebabkan kelenjar membengkak itu berhenti berfungsi. Dalam pasien hipotiroid, kelenjar tiroid menghasilkan tingkat penurunan hormon.

Pil KB mengubah hormon dalam tubuh untuk mengendalikan proses ovulasi dan membuat perubahan dalam kerja hormon yang berkaitan dengan ovarium dan uterus. Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron, hormon utama yang digunakan oleh siklus reproduksi. Dengan mengambil pil KB wanita dapat menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Efek samping pil KB adalah sangat minim dan di banyak perempuan yang telah menggunakan mereka telah menemukan manfaat dalam jangka panjang.

Estrogen adalah bahan yang paling umum ditemukan di pil KB dan juga meningkatkan kadar TBG atau globulin pengikat tiroid dalam darah. Karena fungsi TBG adalah untuk mengikat hormon tiroid seseorang pada pil KB mungkin memiliki tingkat penurunan hormon tiroid. Namun, hal ini tidak dianggap sebagai masalah oleh para ahli medis kecuali jika seseorang telah memiliki pra-kondisi yang ada jika hipotiroidisme. Namun, jika seorang wanita merasa bahwa pil KB yang mengganggu dengan kadar tiroid, maka dia harus mendapatkan pendapat medis segera.
READ MORE - Hypothyroid adalah

asam askorbat untuk wanita hamil di trimester ketiga


asam askorbat untuk wanita hamil di trimester ketiga
Keseimbangan optimum vitamin dan mineral sangat penting untuk pertumbuhan tulang bayi Anda, kolagen (protein yang mengikat sel bersama-sama) dan jaringan. Ada bukti dari studi hewan percobaan bahwa kebutuhan vitamin C meningkat secara signifikan selama trimester ketiga.

Menurut dokter, vitamin C adalah terlibat dalam sintesis dan degradasi kolagen dan adalah penting bagi pemeliharaan chorio-membran ketuban. Memadai ketersediaan asam askorbat (vitamin C) selama trimester ketiga dapat meningkatkan risiko pecah dini ketuban dari chorio-membran (PROM), yang merupakan penyebab utama kelahiran prematur. Hal ini pada gilirannya berhubungan dengan kematian ibu dan bayi baru lahir.

Selama sembilan bulan kehamilan, asam folat dan persyaratan besi meningkat 50 persen. Bersama dengan vitamin prenatal adalah penting untuk memasukkan makanan yang kaya vitamin C dalam diet Anda. Buah-buahan seperti mangga, tomat, lemon, dan jeruk buah-buahan, dan sayuran berdaun hijau merupakan sumber yang sangat baik vitamin C.

Vitamin C membantu dalam penyerapan zat besi. Selain itu, vitamin C juga membantu dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan. Seperti vitamin D, tubuh Anda tidak dapat mensintesis vitamin C sendiri. Oleh karena itu, Anda akan memerlukan pasokan segar vitamin C setiap hari untuk membantu meningkatkan pertumbuhan bayi Anda dan pembangunan.

Dianjurkan agar semua wanita hamil di trimester ketiga mereka mengkonsumsi 70 mg vitamin C (asam askorbat) setiap hari. Kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penurunan vitamin C. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa tekanan darah dan kadar gula selama trimester ketiga.
READ MORE - asam askorbat untuk wanita hamil di trimester ketiga

Fase janin trimester


Fase janin trimester
Trimester Pertama (Minggu 0 – 12)
Dalam fase ini ada tiga periode penting pertumbuhan mulai dari periode germinal sampai periode terbentuknya fetus.

A. Periode Germinal (Minggu 0 – 3)

Proses pembuahan telur oleh sperma yang terjadi pada minggu ke-2 dari hari pertama menstruasi terakhir. Telur yang sudah dibuahi sperma bergerak dari tuba fallopi dan menempel ke dinding uterus (endometrium).

B. Periode Embrio (Minggu 3 – 8 )

Proses dimana sistem syaraf pusat, organ-organ utama dan struktur anatomi mulai terbentuk seperti mata, mulut dan lidah mulai terbentuk, sedangkan hati mulai memproduksi sel darah. Janin mulai berubah dari blastosis menjadi embrio berukuran 1,3 cm dengan kepala yang besar

C. Periode Fetus (Minggu 9 – 12)

Periode dimana semua organ penting terus bertumbuh dengan cepat dan saling berkaitan dan aktivitas otak sangat tinggi.

Trimester kedua (Minggu 12 – 24)

Pada trimester kedua ini terjadi peningkatan perkembangan janin.

Pada minggu ke-18 kita bisa melakukan pemeriksaan dengan ultrasongrafi (USG) untuk mengecek kesempurnaan janin, posisi plasenta dan kemungkinan bayi kembar. Jaringan kuku, kulit dan rambut berkembang dan mengeras pada minggu ke 20 – 21. Indera penglihatan dan pendengaran janin mulai berfungsi. Kelopak mata sudah dapat membuka dan menutup. Janin (fetus) mulai tampak sebagai sosok manusia dengan panjang 30 cm.

Trimester ketiga (24 -40)

Dalam trimester ini semua organ tubuh tumbuh dengan sempurna. Janin menunjukkan aktivitas motorik yang terkoordinasi seperti menendang atau menonjok serta dia sudah memiliki periode tidur dan bangun. Masa tidurnya jauh lebih lama dibandingkan masa bangun. Paru-paru berkembang pesat menjadi sempurna.
Pada bulan ke-9 ini , janin mengambil posisi kepala di bawah dan siap untuk dilahirkan. Berat bayi lahir berkisar antara 3 -3,5 kg dengan panjang 50 cm. Untuk lebih jelasnya lihat Perkembangan bayi dalam kandungan
READ MORE - Fase janin trimester

Pertumbuhan janin minggu ke 28,29,30 sampai 40

Pertumbuhan janin minggu ke 28,29,30 sampai 40
MINGGU KE-28

Puncak rahim berada kira-kira 8 cm di atas pusar. Gerakan janin makin kuat dengan intensitas yang makin sering, sementara denyut jantungnya pun kian mudah didengar. Tubuhnya masih terlihat kurus meski mencapai berat sekitar 1100 gram dengan kisaran panjang 35-38 cm. Kendati dibanding minggu-minggu sebelumnya lebih berisi dengan bertambah jumlah lemak di bawah kulitnya yang terlihat kemerahan. Jumlah jaringan otak di usia kehamilan ini meningkat. Begitu juga rambut kepalanya terus bertumbuh makin panjang. Alis dan kelopak matanya pun terbentuk, sementara selaput yang semula menutupi bola matanya sudah hilang.

MINGGU KE-29

Beratnya sekitar 1250 gram dengan panjang rata-rata 37 cm. Kelahiran prematur mesti diwaspadai karena umumnya meningkatkan keterlambatan perkembangan fisik maupun mentalnya. Bila dilahirkan di minggu ini, ia mampu bernapas meski dengan susah payah. Ia pun bisa menangis, kendati masih terdengar lirih. Kemampuannya bertahan untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan paru-parunya belum sempurna. Meski dengan perawatan yang baik dan terkoordinasi dengan ahli lain yang terkait, kemungkinan hidup bayi prematur pun cukup besar.

MINGGU KE-30

Beratnya mencapai 1400 gram dan kisaran panjang 38 cm. Puncak rahim yang berada sekitar 10 cm di atas pusar memperbesar rasa tak nyaman, terutama pada panggul dan perut seiring bertambah besar kehamilan. Bagilah kebahagiaan saat merasakan gerakan si kecil pada suami dengan memintanya meraba perut Anda. Mulai denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk yang menimbulkan rasa nyeri. Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan membentuk simpul-simpul. Bila sampai membentuk simpul mati tentu sangat membahayakan karena suplai gizi dan oksigen dari ibu jadi terhenti atau paling tidak terhambat.

MINGGU KE-31

Berat bayi sekitar 1600 gram dengan taksiran panjang 40 cm. Waspadai bila muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala maupun penglihatan berkunang-kunang. Terutama bila disertai tekanan darah tinggi yang mencapai peningkatan lebih dari 30 ml/Hg. Itu sebab, pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan pada setiap kunjungan ke bidan/dokter. Cermati pula gangguan aliran darah ke anggota tubuh bawah yang membuat kaki jadi bengkak. Pada gangguan ringan, anjuran untuk lebih banyak beristirahat dengan berbaring miring sekaligus mengurangi aktivitas, bisa membantu.

MINGGU KE-32

Pada usia ini berat bayi harus berkisar 1800-2000 gram dengan panjang tubuh 42 cm. Mulai minggu ini biasanya kunjungan rutin diperketat/lebih intensif dari sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali. Umumnya hemodilusi atau pengenceran darah mengalami puncaknya pada minggu ini. Untuk ibu hamil dengan kelainan jantung, hipertensi dan preeklampsia, mesti ekstra hati-hati. Sebab dengan jumlah darah yang makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada mereka yang mengalami gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula peluang terjadi penjepitan di pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih lanjut adalah tekanan darah meningkat. Gangguan semacam ini tak hanya berbahaya pada ibu, tapi juga si bayi, hingga biasanya dipertimbangkan untuk dilahirkan. Terlebih bila terjadi perburukan kondisi, semisal tekanan darah tak kunjung turun.

MINGGU KE-33

Beratnya lebih dari 2000 gram dan panjangnya sekitar 43 cm. Di minggu ini mesti diwaspadai terjadi abrupsio plasenta atau plasenta lepas dari dinding rahim. Bisa terlepas sebagian maupun terlepas total yang berujung dengan syok pada ibu akibat kehilangan darah dalam jumlah besar maupun kematian bayi. Penyebabnya tak diketahui pasti, namun diduga akibat trauma pada ibu semisal saat kecelakaan/benturan yang sangat keras, tali pusat yang pendek, hipertensi, keabnormalan rahim, maupun kekurangan asam folat. Ibu perokok dan peminum alkohol diprediksi lebih berkemungkinan mengalami masalah ini. Yang juga mesti diwaspadai adalah kantung air ketuban pecah/bocor. Tak ada cara lain selain segera hubungi dokter.

MINGGU KE-34

Berat bayi hampir 2275 gram dengan taksiran panjang sekitar 44 cm. Idealnya, di minggu ini dilakukan tes untuk menilai kondisi kesehatan si bayi secara umum. Penggunaan USG bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan ini, terutama evaluasi terhadap otak, jantung dan organ lain. Sedangkan pemeriksaan lain yang biasa dilakukan adalah tes non-stres dan profil biofisik.

Dalam profil biofisik digunakan skor 0 sampai 2 dengan 5 poin yang dievaluasi, yakni pernapasan, gerakan tubuh, tonus yang dievaluasi berdasarkan gerakan lengan dan atau tungkai, denyut jantung dan banyaknya cairan ketuban. Bila nilainya rendah, disarankan persalinan segera dilakukan. Pemeriksaan biofisik biasanya dilakukan bila diduga bayi mengalami IUGR (Intrauterin Growth Retardation), pada ibu pengidap diabetes, kehamilan yang bayinya tak banyak bergerak, kehamilan risiko tinggi ataupun kehamilan lewat waktu.

MINGGU KE-35

Secara fisik bayi berukuran sekitar 45 cm dengan berat 2450 gram. Namun yang terpenting, mulai minggu ini bayi umumnya sudah matang fungsi paru-parunya. Ini sangat penting karena kematangan paru-paru sangat menentukan life viabilitas atau kemampuan si bayi untuk bertahan hidup. Kematangan fungsi paru-paru ini sendiri akan dilakukan lewat pengambilan cairan amnion untuk menilai lesitin spingomyelin atau selaput tipis yang menyelubungi paru-paru.

MINGGU KE-36

Berat bayi harusnya mencapai 2500 gram dengan panjang 46 cm. Tes kematangan paru di minggu ini perlu dilakukan bila muncul keragu-raguan akan taksiran usia kehamilan. Terutama pada pasien yang tak ingat kapan menstruasi terakhir dan bagaimana pola/siklus haidnya. Ataupun pada bayi besar namun tak cocok dengan pertumbuhan usia sebenarnya. Mulai minggu ini pemeriksaan rutin diperketat jadi seminggu sekali. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir risiko-risiko yang mungkin muncul mengingat penyebab terbanyak kematian ibu melahirkan (maternal mortality rate) di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan preeklampsia. Sementara dari ketiga faktor penyebab tersebut, yang bisa dicegah dengan pemeriksaan ANC (antenatal care) yang baik Cuma preeklampsia. Di antaranya dengan pemantauan tekanan darah dan kenaikan berat badan yang tak lazim, yakni maksimal 1 kg setiap bulan. Sedangkan kasus-kasus perdarahan dan infeksi bisa saja terjadi meski ANC-nya oke.

MINGGU KE-37

Dengan panjang 47 cm dan berat 2950 gram, di usia ini bayi dikatakan aterm atau siap lahir karena seluruh fungsi organ-organ tubuhnya bisa matang untuk bekerja sendiri. Kepala bayi biasanya masuk ke jalan lahir dengan posisi siap lahir. Kendati sebagian kecil di antaranya dengan posisi sungsang. Di minggu ini biasanya dilakukan pula pemeriksaan dalam untuk mengevaluasi kondisi kepala bayi, perlunakan jalan lahir guna mengetahui sudah mencapai pembukaan berapa.

MINGGU KE-38

Berat bayi sekitar 3100 gram dengan panjang 48 cm. Rasa cemas menanti-nantikan saat melahirkan yang mendebarkan bisa membuat ibu mengalami puncak gangguan emosional. Namun obat-obat golongan antidepresan tak diberikan karena dianggap tak aman. Apalagi semua obat antidepresan akan melewati plasenta yang akan berpengaruh pada bayi. Jauh lebih bijaksana bila ibu melakukan relaksasi dengan melatih pernapasan sebagai bekal menjelang persalinan. Meski biasanya akan ditunggu sampai usia kehamilan 40 minggu, bayi rata-rata akan lahir di usia kehamilan 38 minggu.

MINGGU KE-39

Di usia kehamilan ini bayi mencapai berat sekitar 3250 gram dengan panjang sekitar 49 cm. Di minggu ini pula dokter yang menangani biasanya siaga menjaga agar kehamilan jangan sampai postmatur atau lewat waktu. Karena bila terjadi hal demikian, plasenta tak mampu lagi menjalani fungsinya untuk menyerap suplai makanan dari ibu ke bayi, hingga kekurangan gizi. Tak heran kalau bayi postmatur umumnya berkulit kering/keriput atau malah mengelupas. Sementara kapan persisnya plasenta mengalami penurunan fungsi sama sekali tak bisa diprediksi.

Penurunan fungsi plasenta bisa diketahui berdasarkan evaluasi terhadap fungsi dinamik janin, arus darah, napas dan gerak bayi serta denyut jantungnya lewat pemeriksaan CTG (kardiotokografi), USG maupun doppler. Dari hasil evaluasi tersebut akan dinilai apakah memungkinkan dan memang saatnya untuk memberi induksi persalinan. Kalau fungsi arus darahnya tak baik, tentu tak dianjurkan lahir per vaginam yang justru berisiko bayi mengalami hipoksia.

MINGGU KE-40

Panjangnya mencapai kisaran 45-55 cm dan berat sekitar 3300 gram. Betul-betul cukup bulan dan siap dilahirkan. Jika laki-laki, testisnya sudah turun ke skrotum, sedangkan pada wanita, labia mayora (bibir kemaluan bagian luar) sudah berkembang baik dan menutupi labia minora (bibir kemaluan bagian dalam). Bila dihitung-hitung, pada akhir proses pertumbuhan embrio menjadi seorang manusia, beratnya mencapai sekitar 8 juta kali lebih besar dibanding berat sel telur yang membentuknya.
READ MORE - Pertumbuhan janin minggu ke 28,29,30 sampai 40

proses bayi dalam kandungan


proses bayi dalam kandungan
1. Bulan Ke-1 (Pertama)
- Sel telur ibu berhasil dibuahi oleh sperma ayah
- Terdapat bola yang menempel pada dinding rahim
- Bola sel telur berkembang seperti bentuk udang dengan ukuran kecil
- Jantung dan susunan syaraf pusat terbentuk

2. Bulan Ke-2 (Kedua)
- Bentuk udang berubah menjadi seperti manusia
- Wajah bayi mulai terbentuk dengan ukuran kepala yang besar
- Ekor bayi hilang
- Jantung mulai berdetak
- Tali pusat dan plasenta terlihat jelas
- Muncul bagian tubuh tangan dan kaki
- Tumbuh otot-otot

3. Bulan Ke-3 (Ketiga)
- Jantung terbentuk sempurna
- Bagian tubuh kaki dan tangan terbentuk
- Jari-jemari yang tadinya lengket menyatu jadi terpisah
- Organ-organ vital terbentuk di akhir bulan
- Telinga mulai terlihat

4. Bulan Ke-4 (Keempat)
- Kuku jari-jemari kaki dan tangan terbentuk
- Organ dalam tubuh janin terbentuk
- Tumbuh rambut halus pada seluruh tubuh
- Janin berkembang dengan cepat

5. Bulan Ke-5 (Kelima)
- Tumbuh alis, bulu mata dan rambut
- Panca indera berkembang
- Tubuh janin dapat membentuk selaput putih pelapis tubuh dan kulit
- Janin tumbuh cepat dengan panjang bisa mencapai 13 cm

6. Bulan Ke-6 (Keenam)
- Sistem pencernaan mulai bekerja dengan mengeuarkan air seni
- Sistem kekebalan tubuh semakin mantap
- Janin dapat melakukan kontrol gerakan tubuhnya
- Ibu dapat merasakan gerakan bayi dalam perut

7. Bulan Ke-7 (Ketujuh)
- Tubuh janin telah terbentuk
- Otak mengalami perkembangan pesat.
- Organ vital selain paru-paru sudah berfungsi dengan baik.

8. Bulan Ke-8 (Kedelapan)
- Janin dapat membuka dan munutup kelopak mata
- Gerakan janin bayi telah terkoordinasi
- Lidah bayi dapat merasakan rasa asam dan manis.

9. Bulan Ke-9 (Kesembilan)
- Fisik janin bayi telah terbentuk sempurna
- Tiap minggu akan tumbuh kurang lebih 225 gram.
- Lapisan lemak tebal tumbuh di bawah kulit janin.
- Bayi siap lahir kapan saja.
READ MORE - proses bayi dalam kandungan

Senin, 19 Desember 2011

Angiogenesis


Angiogenesis merupakan sasaran terapi yang sangat baik untuk pengobatan penyakit jantung. Ini adalah proses, ampuh fisiologis yang mendasari cara alami yang tubuh kita menanggapi berkurangnya pasokan darah ke organ vital, yaitu produksi kapal jaminan baru untuk mengatasi penghinaan iskemik.

Mungkin alasan terbesar bagi kegagalan uji coba ini 'untuk mencapai keberhasilan adalah terjadinya tinggi dari "efek placebo" dalam studi menggunakan pembacaan latihan tes treadmill.

Jadi, meskipun mayoritas dari pasien yang diobati dalam uji lega pengalaman gejala klinis seperti seperti nyeri dada (angina), dan umumnya dilakukan lebih baik readouts khasiat paling, ada cukup "responden" pada kelompok plasebo buta untuk membuat sidang meyakinkan.

Selain efek plasebo, studi hewan yang lebih baru juga menyoroti berbagai faktor yang dapat menghambat respon angiogenesis termasuk obat tertentu, merokok, dan hiperkolesterolemia.

Meskipun terbukti terapi yang relatif aman, tidak satu angiogenik terapeutik belum berhasil melewati tantangan pengujian klinis yang diperlukan untuk persetujuan obat.

Dengan memanfaatkan database besar apa dan tidak bekerja di uji klinis sebelumnya, hasil dari penelitian yang lebih baru dengan protokol klinis didesain ulang memberikan harapan baru bahwa terapi angiogenesis akan menjadi pilihan pengobatan bagi penderita penyakit jantung akibat tersumbat dan / atau pulmonalis kapal.

Studi klinis dini dengan terapi berbasis protein sebagian besar difokuskan pada pemberian intravena atau intracoronary faktor pertumbuhan tertentu untuk merangsang angiogenesis pada jaringan yang terkena atau organ.

Sebagian besar uji coba ini tidak mencapai perbaikan signifikan secara statistik dalam endpoint klinis mereka.

Hal ini akhirnya menyebabkan ditinggalkannya pendekatan ini dan keyakinan yang tersebar luas di lapangan bahwa protein terapi, terutama dengan agen tunggal, bukan pilihan yang layak untuk mengobati penyakit jantung iskemik.

Namun, kegagalan terapi gen atau sel-berbasis untuk menyampaikan, seperti yang belum, pilihan pengobatan yang cocok untuk penyakit yang dihasilkan dari aliran darah yang buruk, telah menyebabkan kebangkitan minat kembali ke terapi berbasis protein untuk merangsang angiogenesis.

Kegagalan ini menunjukkan bahwa baik ini adalah target molekul yang salah untuk mendorong neovaskularisasi, bahwa mereka hanya dapat efektif dimanfaatkan jika dirumuskan dan dikelola dengan benar, atau bahwa presentasi mereka dalam konteks lingkungan mikro selular keseluruhan mungkin memainkan peran penting dalam utilitas mereka.

Mungkin perlu untuk hadir protein ini dengan cara yang meniru peristiwa sinyal alam, termasuk konsentrasi, profil spasial dan temporal, dan presentasi mereka simultan atau berurutan dengan faktor-faktor lain yang sesuai.

Pelajaran dari studi berbasis protein sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pengiriman intravena atau intracoronary protein itu tidak berkhasiat, telah menyebabkan uji klinis selesai dan sedang berlangsung di''yang protein angiogenik disuntikkan langsung ke dalam jantung iskemik pemukulan''.

Administrasi lokal seperti faktor pertumbuhan angiogenik kuat, manusia FGF-1, baru-baru ini memberikan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis pada pasien ada pilihan-jantung.
READ MORE - Angiogenesis

Kamis, 01 Desember 2011

Esophageal cancer


Esophageal cancer / kanker kerongkongan biasanya terjadi di dalam sel yang melewati dinding kerongkongan.
Penggunaan alkohol dan tembakau, infeksi tertentu, ganguan-gangguan, dan kanker lainnya merupakan faktor beresiko besar untuk kanker kerongkongan jenis tertentu.
Gejala khas termasuk kesulitan menelan, kehilangan berat badan, dan, kemudian, rasa sakit.
Diagnosa berdasarkan endoskopi.
Kecuali jika ditemukan awal, kebanyakan semua kasus pada kanker kerongkongan adalah fatal.
Operasi, kemoterapi, dan berbagai macam terapi lainnya bisa mambantu menghilangkan gejala-gejalanya.
Jenis yang paling sering terjadi pada kanker kerongkongan adalah squamous sel carcinoma dan adenocarcinoma, yang terjadi di dalam sel yang melewati dinding pada kerongkongan. Kanker ini bisa terjadi dimana saja di dalam kerongkongan dan bisa terlihat sebagai penyempitan pada kerongkongan (penyempitan), sebuah pembengkakan, daerah flat yang tidak normal (plaque), atau jaringan yang tidak normal (fistula) di antara kerongkongan dan saluran pernafasan yang mensuplai paru-paru. Jenis yang tidak umum pada kanker kerongkongan termasuk leiomyosarcomas (kanker pada jaringan lunak pada kerongkongan) dan kanker metatastik (kanker yang menyebar dari bagian lain di dalam tubuh).

Kanker pada jaringan kerongkongan mempengaruhi 15.500 orang setiap tahun di Amerika Serikat. Baik sel squamous carcinoma dan adecarcinoma adalah lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sel squamous carcinoma lebih sering terjadi pada orang kulit hitam, sedangkan adenocarcinoma lebih sering terjadi pada orang kulit putih. Frekwensi adenocarcinoma telah meningkat cepat di Amerika Serikat sejak tahun 1970, khususnya pria kulit putih dan sekarang lebih sering terjadi dibandingkan sel squamous carcinoma di bagian bawah kerongkongan.

PENYEBAB

Faktor Resiko

Penggunaan tembakau (jenis apapun) dan alkohol adalah faktor resiko yang terpenting untuk menimbulkan kanker kerongkongan, meskipun begitu lebih terjadi untuk sel squamous carcinoma dibandingkan untuk adenocarcinoma. Orang yang memiliki infeksi human papillomavirus tertentu, penderita kanker leher dan kepala, atau orang yang mengalami terapi radiasi pada kerongkongan untuk pengobatan pada kanker sekitar lainnya sangat beresiko mengalami kanker kerongkongan.

Orang yang sudah mempunyai gangguan pada kerongkongan, seperti achalasia, jaringan kerongkongan (plummer-sindrom penglihatan), atau penyempitan yang disebabkan pernah tertelannya zat yang dapat merusak (seperti lye), juga sangat beresiko terbentuknya kanker kerongkongan. Iritasi yang lama pada kerongkongan karena asam lambung yang meluap ke kerongkongan berulang kali (refluks gastroesophageal) dapat menyebabkan kondisi prakanker yang disebut Barret’s esophagus. Meskipun kanker kerongkongan yang berasal dari Barret’s esophagus yang menetap relative jarang pada hampir semua Negara industri, frekwensi kejadiannya meningkat lebih cepat dibandingkan semua kanker kerongkongan lainnya.

GEJALA

Kanker kerongkongan tahap awal bisa tidak terdeteksi. Gejala pertama biasanya sulit menelan makanan keras, yang terjadi bersamaan dengan bertumbuhnya kanker yang mempersempit kerongkongan. Beberapa minggu kemudian, menelan makanan lunak dan kemudian menelan cairan dan ludah menjadi sulit. Kehilangan berat badan adalah biasa, bahkan ketika orang tersebut sudah bisa makan dengan baik. Orang bisa mengalami rasa sakit pada dada, yang terasa menjalar sampai ke bagian belakang.

Dengan berjalannya kanker, hal tersebut bisa merusak berbagai macam jaringan dan syaraf lainnya dan organ-organ. Tumor tersebut bisa menekan syaraf yang mengendalikan pita suara, yang bisa menimbulkan parau. Penekanan pada syaraf di sekelilingnya bisa menyebabkan sindrom horner, rasa sakit tulang belakang, dan tersedak. Kanker tersebut biasanya menyebar ke paru-paru, yang mana bisa menyebabkan nafas yang pendek, dan ke hati, yang bisa menyebabkan demam dan pembengkakan perut. menyebar ke tulang bisa menyebabkan rasa sakit. Menyebar ke otak bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, dan serangan. Menyebar ke usus menyebabkan muntah, pendarahan pada kotoran, dan anemia kekurangan zat besi. Menyebar ke ginjal seringkali tanpa gejala.

Pada tahap akhir, kanker tersebut bisa sepenuhnya menyumbat kerongkongan. Menelan menjadi tidak mungkin sehingga pengeluaran cairan di dalam mulut, yang bisa jadi sangat menyusahkan.



DIAGNOSA

Endoskopi, dimana dimana pipa elastis untuk melihat (endoscope) yang dipasang melalui mulut untuk melihat kerongkongan, adalah prosedur diagnosa terbaik jika kanker kerongkongan diduga. Endoskopi juga mempermudah dokter untuk mengangkat sebuah contoh jaringan (biopsi) dan sel pelepasan (brush cytology) untuk diteliti di bawah sebuah mikroskop. Prosedur sinar X yang disebut barium swallow (dimana orang tersebut menelan cairan barium, yang terlihat dengan sinar X) bisa juga memperlihatkan penghalang. Computed tomography (CT) dan pemeriksaan dengan ultrasonografi dilakukan melalui sebuah endoscope yang dimasukkan di dalam kerongkongan kemungkinan digunakan untuk dugaan lebih lanjut pada kanker.

PENGOBATAN

Karena kanker kerongkongan biasanya tidak terdiagnosa sampai penyakit tersebut menyebar, angka kematiannya tinggi. Kurang dari 5 % orang bertahan lebih dari 5 tahun. Kebanyakan meninggal dalam satu tahun pada gejala pertama yang terdeteksi. Sebab hampir semua kasus pada kanker kerongkongan adalah fatal, tujuan utama dokter adalah mengawasi gejala-gejalanya, khususnya rasa sakit dan ketidakmampuan untuk menelan, yang bisa sangat menakutkan untuk orang tersebut dan orang-orang yang mencintai.

Operasi untuk mengangkat tumor yang ada sangat lama tetapi jarang sembuh. Sebab kanker tersebut biasanya telah menyebar pada waktu operasi. Kemoterapi, sendirian atau dengan terapi radiasi, bisa menghilangkan gejala-gejala dan memperlama waktu bertahan hidup selama beberapa bulan. Kadangkala terapi radiasi kombinasa pre-operative dengan kemoterapi bisa meningkatkan tingkat penyembuhan operasi. Alat-alat lain yang ditujukan hanya untuk menghilangkan gejala termasuk melebarkan (memperluas) daerah yang sempit pada kerongkongan dan kemudian memasukkan sebuah pipa (a stent) untuk menjaga kerongkongan tetap terbuka ; memotong tumor menggunakan sebuah loop usus; dan melakukan photo terapi laser, yaitu sebuah sinar energi tinggi yang disorotkan langsung pada pertumbuhan tumor untuk menghancurkan jaringan kanker yang menghalangi kerongkongan.

Teknik lain untuk menghilangkan gejala adalah terapi photodynamic, dimana sebuah pewarna sensitive cahaya (contrast agent) diberikan secara infus 48 jam sebelum pengobatan. Pewarna diserap oleh sel kanker untuk derajat yang lebih besar dibandingkan dengan sel normal pada jaringan kerongkongan yang mengelilingi. Ketika diaktifkan dengan sinar dari sebuah laser dimasukkan ke dalam kerongkongan melalui sebuah endoscope, pewarna menghancurkan jaringan kanker, hingga membuka kerongkongan. Terapi photodinamik menghancurkan luka yang menghalangi lebih cepat dibandingkan radiasi atau kemoterapi pada orang yang tidak bisa menjalani operasi karena kesehatan yang buruk.

Gizi yang cukup membuat pengobatan jenis apapun menjadi lebih mudah dilakukan dan ditoleransi. Orang yang bisa menelan bisa menerima cairan concentrate suplemen gizi. Orang yang tidak bisa menelan bisa membutuhkan makanan melalui pipa sementara atau makanan melalui infus.

Karena kematian adalah mungkin, seseorang yang menderita kanker kerongkongan harus mempunyai semua rencana penting. Orang tersebut harus jujur berdiskusi dengan dokter mengenai keinginan untuk perawatan medis dan kebutuhan untuk perawatan untuk bertahan hidup.
READ MORE - Esophageal cancer